Opini

Catatan Trupala Angkatan 2010

Di tahun terakhir angkatan 2009 dan 2010 di SMAN 6 Jakarta, kami ingin membangkitkan kembali nama Trupala. Tidak sekedar memberitahu masih adanya anggota Trupala di SMAN 6 Jakarta dan berpromosi mengajak jalan-jalan bareng dengan Trupala atau menjadi anggota Trupala, tapi kami ingin membuktikan diri kami melalui suatu kompetisi.

Memang kami jarang sekali melakukan kegiatan, tapi mencoba tidak salah bukan? Kami mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi wall climbing dalam Bulungan Cup (bulcup). Memang sebekumnya kami belum pernah memanjat wall yang dimiliki ini, tapi kami berusaha dan berlatih.

Sudah beberapa minggu yang lalu kami berlatih memanjat wall Trupala. Sebagai permulaan Odong dan Om Sofyan membantu kami berlatih. Setelah beberapa kali berlatih ada juga anak SMAN 6 Jakarta yang tertarik dan ikut memanjat. Padahal tadinya banyak yang sungkan ataupun tidak menggubris ajakan kami untuk memanjat wall ini.

Walaupun terdengar disana-sini Trupala dan Gorasix adalah suatu yang bertolak belakang, namun saat ini berita itu tidak berlaku. Toh, kita sama-sama remaja yang bersekolah di SMAN 6 Jakarta, tapi dengan komunitas yang berbeda dan tidak saling menjatuhkan (saat ini). Dalam latihan juga ada beberapa anak Gorasix yang ikut memanjat. Ichan dan Cilol adalah yang sering ada dalam latihan wall climbing.

Dalam Bulcup, dibatasi beberapa orang untuk mendaftar. Perempuan yang mendaftar adalah Rae, Ucha, dan Astri. Laki-laki yang mendaftar adalah Ichan dan Gifari. Semua perempuan adalah anggota Trupala. Laki-laki sudah sampai pada papan Trupala (dalam wall climbing), tapi perempuan belum sampai. Kami semua akan berusaha menunjukkan yang terbaik dan mengangkat nama SMAN 6 Jakarta dan Trupala.

Tidak Pernah Lengkap

Kami adalah kaum minoritas di sekolah. Disaat yang mayoritas anak memilih join dengan grup xxx, kami memilih Trupala. Jumlah kamipun sedikit hanya 4 orang. Karena sedikit, kami lebih suka bermain bersama (bermain?). Namun, selalu saja hanya bertiga. Pasti ada saja salah satu diantara kami yang tidak ikut. Kalau berempat bisa dihitung dengan jari kapan saja kami bersama.

Yang paling sering hilang adalah Bojum. Makhluk terbesar diantara kami ini, selalu sibuk untuk urusan-urusan paskib, nyari duit, dll. Tapi terkadang, dia bisa muncul secara tiba-tiba.

Salah satu contohnya adalah saat kami bertiga (saya, Ucha, dan Astri) join radio. Awalnya kami hanya bertiga, tapi tiba-tiba tanpa kami bertiga ketahui Bojum sudah menjadi reporter radio.

Cerita lainnya adalah pada saat kami memenuhi undangan untuk hadir dalam workshop penulisan essay dari Ikatan Orang Hilang Indonesia (IKOHI) di Wisma PGI, Menteng. Kembali hanya saya, Astri, dan Ucha yang menghadiri acara tersebut. Padahal tempatnya enak lho.

Beberapa bulan setelah acara IKOHI, kami mengikuti lomba film Goelali Children Festival. Kami mengajak Bojum, mungkin dia bisa menjadi talent. Settingan tempat untuk syuting adalah di Tempat Pembuanagn Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Tapi Bojum menolaknya.

Tidak cuma Bojum, saya pun demikian. Setiap kali ada acara Trupala, saya sering tidak menampakkan diri. Alasan yang sering muncul adalah karena kesibukan saya di beberapa organisasi, terlebih gereja dan larangan orang tua. Mulai dari Tubing di Rakata, Naik Gunung Gede, menjadi relawan bagi korban Merapi saya tidak ikut.

Ucha adalah yang paling aktif dalam acara-acara Trupala. Saya rasa semua acara Trupala dihadiri oleh Ucha. Saya berikan apresiasi kepada Ucha. Mulai dari kegiatan Trupala kami yang pertama di Rakata sampai yang terakhir menjadi relawan bencana Merapi.

Walaupun Bojum yang paling sering absen dalam kegiatan-kegiatan kami bersama, tapi dia jaranng absen untuk kegiatan Trupala. Mau dibilang nggak ada duit sekalipun, pasti Bojum ikut. Kegiatannya yang terakhir, seingat saya adalah menjadi relawan bencana Merapi.

Kalau Astri, kadang dia tidak ikut acara-acara kami. Alasan yang sering muncul adalah karena sakit, takut kecapekan, dan les. Kadang sebenernya adalah malas. Hahaha.. (maaf, tri).

Itu adalah alasan-alasan yang sering muncul ketidak lengkapan kami. Saya juga minta maaf kepada teman-teman Trupala yang namanya disebutkan. Mungkin beberapa hanyalah fiktif belaka.

Tr 001/10

Radio

Trupala identik dengan kegiatan beralam, berimba, atau outing. Jelas saja karena kepanjangan dari taruna pecinta alam. Tapi kegiatan Trupala sekarang (baca: anak SMA) tidak hanya kegiatan alam. Salah satu kegiatan kami adalah menjadi Teen Voice Crew.

Teen Voice Crew adalah anak-anak yang ikut dalam produksi program acara Teen Voice dari KBR 68H. Teen Voice ini biasanya disiarkan hari Jumat pukul 18.00-19.00 di Green Radio (89.2 FM).

Tentang KBR 68H. KBR 68H adalah Kantor Berita Radio yang terletak di Jl. Utan Kayu No.68H. Kantor berita radio ini punya bermacam kantor cabang radio atau jaringan radio yang tersebar di Asia dan Australia. Salah satu jaringan radio di KBR 68H adalah Green Radio.

Di Teen Voice awalnya Astri dan Ucha berperan sebagai penyiar dan Rae sebagai reporter. Bojum belum bergabung menjadi Teen Voice Crew.

Beberapa bulan kemudian, ada salah satu Teen Voice Crew mengundurkan diri menjadi penyiar karena mau fokus dengan masa depannya. Beberapa anak vacum karena mereka sudah di ujung masa sekolah alias kelas 3. Di saat itulah Rae mengajukan diri menjadi penyiar dan Bojum bergabung menjadi reporter.

Akhirnya Astri, Ucha, Rae berperan sebagai reporter sekaligus penyiar, dan Bojum sebagai reporter.

Banyak banget pengalaman yang kami dapatkan. Bagi penyiar, tentu saja bercuap-cuap ria di depan microfon dan didengar oleh orang-orang di Jakarta dan di Makassar(dulu). Bagi para reporter, bisa bertemu dengan orang-orang penting seperti menteri, anggota DPR, pejabat lainnya, dan beberapa artis.

Siapa bilang jadi anak Trupala harus terus berkotor ria? Kami saja malah merambah ke dunia jurnalistik radio. Menambah pengalaman sambil belajar. Banyak anak yang ingin seperti kami, melalang buana di radio. Tidak apa-apa dimulai dari radio yang kurang terkenal, yang penting pengalaman. Tentunya lebih mudah untuk menjadi penyiar di tempat lain.

Warning

Warning! warning! Apa yang ada dibenak anda mendengar kata ini? Pasti sebuah peringatan. Tapi bagi anak Trupala ini bukanlah peringatan, namun sebuah tempat untuk kongko kongko.

Warning adalah singkatan dari warung kuning. Letaknya di sebelah SMA Negeri 6 Jakarta. Disebut warung kuning karena dulu warna warungnya kuning dengan spanduk kuning. Pokoknya serba kuning. Jadilah dinamakan warning.

Warning ini adalah tempat tongkrongan anak-anak Trupala yang paling hot, secara warnanya yang kayak matahari, kuning (mulai ngablu). Di sini ada seseorang yang sangat dekat dengan anak Trupala, yaitu Bang Emon. Saking sayangnya sama anak Trupala, foto-foto anak Trupla yang sedang naik gunung dipajang di warungnya. Sekarang, Bang Emon tidak mangkal di warning lagi. Beliau ada urusan di tempat lain

Tapi, sayang sekali kawan. Sekarang, anak-anak jarang nongkrong lagi disini. Alasannya karena sudah pada lulus SMA jadi pada sibuk dengan kuliah dan urusan masing-masing. Alasan lainnya anak-anak Trupala yang masih SMA, perempuan semua. Masa anak perempuan nongkrong? Lagipula, kami juga tidak punya teman untuk mengobrol jika nongkrong di warning.

Awal Kami Bergabung

Ini adalah postingan pertama kami. Karena postingan pertama, kami mau men-share keawalan kami bertemu dan menjadi Trupala.

Berawal dari kelas 10 yang sering mendapat iklan untuk bergabung menjadi anggota Gorasix. Sebelum masuk, mari kita flashback dan melihat sejarah SMAN 6 Jakarta dan keberadaan Trupala dan Gorasix. Setelah sekian lama mencari, akhirnya kami memilih Trupala. Tapi, bagaimana? Apakah Trupala masih ada?

Adalah seorang yang bernama Tyas yang berkenalan dengn seorang kakak kelas yang cantik dan baik bernama Nena yang saat itu kelas 12. Tyas dan Nena berekskul Mading, jadi jelas kenalan lha. Ternyata Nena mempunya teman yang bernama Deva yang ternyata merupakan anggota Trupala. Deva yang ingin memasarkan Trupala, mencoba memasarkannya melalui Tyas.

Tyas ternyata kaget juga, Trupala masih ada sampai sekarang. Mengapa kaget? Karena nama Trupala tidak seeksis Gorasix sekarang. Setelah mendengar kabar dari Deva, Tyas bercerita pada teman sekelasnya Rae. Rae yang seorang pemberani dan tidak takut karena merasa tidak bersalah tertarik dengan Trupala. Dia juga agak bercerita sedikit tentang masih adanya Truapala dengan beberapa teman seangkatan dan terpengaruh oleh Deva untuk mempromosikan Trupala.

Setelah beberapa lama, salah seorang teman Rae bernama (kalau tidak salah) Diba menceritakan teman sekelasnya yang ingin banget ikut pecinta alam, bernama Ucha. Saat itu Rae kelas 10-2, Ucha kelas 10-1. Setelah berkenalan dan ngomongin Trupala, akhirnya kami memutuskan menjadi simpatisan Trupala.

Mendapatkan Ucha seorang? Oo.. Todak bisa. Rae kembali mendapat seorang berbadan subur, Mbok Jum. Selain memancing Mbok Jum untuk gabung bersama Trupala tidak lupa sekalian minta tolong untuk mempromosikan ke teman-teman. Mbok Jum berhasil menggaet Astri, Dicky, Ryan, Andhika, dan Faren. Akhirnya, kami semua termasuk Tyas menjadi simaptisan Trupala.

Lama kelamaan, pastinya ada hukum seleksi alam. Satu per satu mulai mundur menjadi simpatisan. Dan tinggalah Ucha, Bojum, Astri, dan Rae.

Untuk menjadi Trupala, kami harus mengikuti salah satu kegiatan Trupala. Di bulan Desember 2009 (pas banget akhir tahun) Trupala berencana untuk mendaki gunung Gede. Ikutlah Astri, Bojum, dan Ucha. Karena mereka sudah mengikuti kegiatan Trupala di tahun 2009, mereka dilantik menjadi anggota Trupala. Tinggalah Rae yang masih seorang simpatisan. Rae masih menunggu restu dari Ibu tercinta untuk bepergian bersama Trupala dan menjadi anggota Trupala.

Tepat berumu 16 tahun, Ibunya Rae memberikan kado sebuah restu untuk bergabung mengikuti kegiatan Trupala yaitu camping di Sukamantri. And finally, Rae menjadi anggota Trupala.

Sambil menunggu, apakah masih ada yang ingin masuk menjadi anggota Trupala semua berjalan seperti biasa. Hingga akhirnya tutup tahun 2010 dan berganti menjadi 2011, hanya Rae seorang yang menjadi anggota Trupala di tajun 2010.

Siapa yang selanjutnya akan menjadi anggota Trupala? Tunggu sesaat lagi….

sumber : trupala0910.blogspot.com

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

2 thoughts on “Catatan Trupala Angkatan 2010

  1. good job

    Posted by franklin .tr.002\75 | July 3, 2014, 4:37 pm

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: