Lain-lain

Ulang Tahun Trupala ke 36

Tanggal 18 Maret 2011 kemarin Trupala berulang tahun yang ke-36. Yap, Trupala memang sudah sangat tua. Layaknya kopi kapal api spesial mix, pahit manis kehidupan telah kita lewati bersama. Banyak memories di dalam ‘dunia Trupala’ yang sulit di hapuskan karena terlalu indah, itu mengapa walau keadaannya memprihatinkan hingga saat ini Trupala masih berdiri.

Setiap Trupala berulang tahun biasanya di adakan apel (semacam upacara) di Saung (tempat kumpul anak Trupala, letaknya di samping Gor Bulungan), lalu dilanjutkan makan-makan sambil ngobrol-ngobrol. Persiapan buat ulang tahun ini pun ngga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gue (Ucha), Astri, Bojum, Rae, dan angkatan muda lainnya (Deva, Ubay) udah stand by dari siang buat nyiapain acara ulang tahun ini, misalnya beli kue tart, minum, snack, peralatan makan, dll.

Apel sendiri biasa di mulai setelah sholat maghrib. Tapi sampai pukul 7 malem baru sedikit anak Trupala yang dateng. Jangan heran, karena ngaret adalah budaya Trupala, janjian ngumpul jam 10 pagi bisa-bisa baru ngumpul jam 10 malem, mungkin karena faktor anak-anaknya yang kelewat cuek, mengarah ke mati rasa (curcol). Kerena sedikit yang dateng, tiba-tiba Om Sigit nyeletuk,
“Udah ke Grand Central yuk makan-makan”, 
kami mengheningkan cipta sambil bertatapan,
“Terus ini makanannya gimana om?”,
“Udah gampang, ayo ke Grand Central”
Bener-bener dadakan! Akhirnya kita semua ke Grand Central meninggalkan makanan-makanan dan kaleng-kaleng Green Sands yang ada di Saung.
     *FYI, Grand Central adalah restoran seafood letaknya di depan Saung & di samping Clairmont, Bulungan. Satu meja (kalo ngga salah) harganya1 juta ke atas.


Setibanya di Grand Central barulah anak-anak Trupala dari berbagai angkatan dateng, mungkin karena mareka tau kalo ngga jadi apel dan jadinya makan-makan di Grand Central, jadinya mereka dateng, coba kalo tetep apel belum tentu mereka mau dateng hahaha (ini sih otak gue). Satu restoran penuh dengan anak Trupala, sangat berisik, tidak karuan, dan berasa rumah sendiri, begitulah kelakuan anak-anak Trupala. Kita makan di meja bundar, satu meja kira-kira ada 10 kursi, gue sendiri semeja dengan makhluk-makhluk ini: Among, Astri, Bojum, Efi, Deva, Tony, Ubay, dan Uyab. Seperti anak SD kita berebutan ngambil lauk yang ada diatas meja, hahaha kita makan sambil dengerin para tetua (senior angkatan atas) memberikan sambutan.
Acara berakhir sekitar jam 9 malem, di potongnya kue tart oleh pemegang nomor angkatan tertua(1975) lupa Om siapa  dan nomor angkatan termuda(2010) yaitu Rae, menandakan bahwa acara ulang tahun telah usai.
Kita yang angkatan muda kembali ke Saung untuk ngebagiin makanan yang ngga jadi kita makan ke tukang parkir, petugas kebersihan, dan orang-orang yang ada di sekitar Bulungan. Lalu kita pulang ke rumah masing-masing (ya iyalah), sedangkan para tetua melanjutkan acara ulang tahun dengan karaoke bersama.

Hari itu indah dan berbeda, Trupala yang biasanya merayakan ulang tahun di bawah pohon, kali ini berulang tahun di restoran bintang 5. Ada pesan yang di dapat dari pertemuan hari itu, “Kita bangga dengan Trupala, tapi Trupala belum bangga dengan kita”. Sedikit sedih, dan senyuman buat Trupala. Semoga Trupala bisa terus ada..

Salam Trupala
Ucha Tr.002/09

sumber : trupala0910.blogspot.com

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: