Opini

Politik

Oleh Rae Hutapea. Jangan kabur dulu jika melihat judulnya! Saya tidak akan membahas politik-politik yang ada di pemerintahan. Mungkin agak menyerempet sedikit ke arah sana.

Kalau kalian peka dan sering mengikuti perkembangan blog saya, pasti kalian tahu saya bersekolah dimana. SMA Negeri 6 Jakarta. Yang terkenal dengan sekolah artis dan pejabat-pejabat tinggi itu. Kalau kalian mendengar SMA 6 yang langsung terpikir adalah Gorasix. Apakah itu?

Kalau di sekolah lain, nama seperti Gorasix adalah nama lain dari sekolah itu sendiri kecuali SMA Negeri 70 karena tiap tahun ada nama angkatan sendiri. Contohnya SMA Negerei 34 Jakarta-Gasper, SMA Muhammadiyah 5-Limau, SMA Negeri 46 Jakarta-Texas, dll. Kalau di SMA Negeri 6 Jakarta berbeda sendiri.

Dulu, ada sebuah komunitas yang paling disegani oleh semua warga sekolah SMA 6 termasuk guru-guru, yaitu Trupala. Trupala (taruna pecinta alam) adalah sebuah ekskul pecinta alam. Anak-anak Trupala disegani karena mereka terkenal kuatnya.

Anak-anak Trupala ini agak angkuh dan suka mencari gara-gara. Ini semua karena didikan Trupala yang keras. Dikdas mereka sama seperti Mapala UI. Bayangkan saja anak SMP yang baru masuk SMA pendidikannya disamakan dengan anak kuliahan yang sudah jelas sudah melewati masa SMA. Karena merasa “strong” jadinya agak angkuh. Mengganggu guru dengan ular, membullying guru, dll. Pokoknya meresahkan banget. Tapi hampir semua anak SMA 6 adalah anak Trupala.

Akhirnya karena banyaknya orang yang terganggu dengan kehadiran Trupala trmasuk para guru, dibentuklah Antrup (anti trupala). Antrup sendiri didominasi pembentukannya oleh guru-guru SMA 6 jakarta. Mereka menghasut murid-murid untuk membuat golongan ini. Sehingga kesannya yang membentuk golongan ini adalah inisiatif dari para murid. Akhirnya terjadilah 2 pertikaian antar golongan, Trupala dan Antrup. Namun juga ada pihak yang netral.

Sekitar tahun 1994, terjadi sebuah peristiwa. Salah satu anggota trupala, hilang saat pendakian. Ini adalah alat yang dipergunakan oleh semua pihak yang tidak suka terhapap Trupala. Trupala dibekukan dan pada akhirnya keluar dari SMA 6. Tapi perekrutan anggota tetap dilakukan bagi anak-anak SMA 6.

Sesudah kejadian itu, semakin lama anggota Trupala menyusut dan Antrup yang sudah berbuah nama menjadi Gorasix (GeROmbolan Antrup Six) anggotanya semakin menjulang.

Biar saya jelaskan dulu tentang nama Gorasix. Bukan bermaksud alay, tapi itu tadi adalah singkatan dari Gorasix. Antrup, seperti yang kalian tahu anti trupala. Six artinya Enam karena kita anak SMA 6.

Sekarang Trupala tinggal 4 orang di SMA. Masa Gorasix semakin bertamabah dan jaya seperti Trupala yang dulu. Namun, sekarang guru-guru yang menjadi resah karena ulah Gorasix yang sering tawuran dengan sekolah lain.

Bisa dibilang ini politik bukan? Sama saja seperti negara ini. Ada beberapa golongan dan partai. Mungkin saling bertentangan dan saling menjatuhkan. Terkadang partai A, partai yang kuat tapi di lain waktu bisa melemah. Dan banyak orang-orang yang memprovokasi agar tujuannnya tersampaikan. Mungkin petinggi-petinggi negara yang membayar sejumlah uang ke warga sipil untuk melakukan suatu tindakan agar menguntungkan diri atau golongannya sendiri. Sekolah di SMA 6 Jakarta, kalau ditelusuri sama saja seperti bermain menjadi sebuah negara kecil yang tidak jauh dari urusan politik.

Oleh Rae Hutapea (tr.01/10)

http://raschelrae.blogspot.com/2011/04/politik.html

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

3 thoughts on “Politik

  1. Baru tau kepanjangan gorasix…
    Tp bagus nih tulisan, buka wawasan buat alumni spt sya yg mmg blm tau mgenai ini.

    Maxi tr 009/86

    Posted by maxi | June 25, 2012, 3:58 pm
  2. maaf rae semua tulisan kamu agak kurang pas, tr 174/81

    Posted by Anonymous | June 26, 2012, 11:13 am
  3. Saya ngalamin tuh eranya anak-anak antrup itu lebih dominan dari segi jumlah tapi untungnya mereka cuma menang disitu aja. tetap trupala juga yang megang titik-titik vital seperti osis ketua eskul atau paling tidak ketua kelas. setuju sama poin ada hasutan dari guru juga, ini faktor x yang gak bisa dipungkiri. Namun itu tak seberapa signifikan, logikanya apa yang dilarang guru pasti dikerjakan oleh anak sma yang normal setahu saya. Penyebab turunnya minat terhadap trupala lebih ke turunnya minat anak generasi sekarang terhadap dunia pencinta alam atau kegiatan alam bebas. Bagaimana menurut yang lain?
    002/99

    Posted by Aswin Alkautsar | June 27, 2012, 5:44 am

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: