Opini

Trupala (belum) bubar, kawan…! [mengurai permasalahan melalui pendekatan manajemen korporasi dan SDM]

Setelah tulisan saya yang mengurai tentang permasalahan di tubuh Trupala melalui teori pendekatan kelompok sosial di-posting di blog Trupala dan di-share di grup Facebook, ternyata tulisan itu mendapatkan tanggapan yang beragam dari beberapa rekan Trupala yang membacanya. Beberapa diantaranya ada yang memberikan kredit positif dan ada juga yang kurang dapat menerima dan tidak sependapat dengan apa yang saya tuangkan di sana. Apapun itu, semua saya terima dengan ucapan terima kasih dan rendah hati karena paling tidak saya jadi tahu ternyata ada juga yang mau baca tulisan saya.  Hehehe… #ngarep.

Sebagai kelanjutan dari uraian saya sebelumnya, kali ini saya mencoba meneruskan pembahasan tentang Trupala melalui pendekatan “corporate management and human capital” dan pada bagian akhir dari tulisan ini akan saya coba berikan beberapa alternatif yang dapat dijadikan solusi atau referensi bila Trupala dan seluruh anggotanya masih ada keinginan dan motivasi untuk menjadi organisasi yang lebih baik dari kondisi yang terjadi saat ini.Untuk membangun dan mengembangkan sebuah organisasi agar menjadi kuat dan berkembang, saya akan memaparkan beberapa analogi yang merupakan hasil menimba ilmu dari beberapa training dan workshop yang pernah saya ikuti tentang manajemen korposasi dan sumber daya manusia. Intinya, untuk membentuk organisasi atau kelompok agar menjadi kuat adalah sangat sederhana yaitu bagaimana kita bisa menggabungkan antara kesamaan pemahaman terhadap visi-misi dengan keharmonisan interaksi diantara para individunya.

Mari sama-sama kita renungkan, kira-kira ada di quadrant mana (dari 4 quadrant kelompok sosial) posisi Trupala saat ini. Setelah itu baru bisa kita menentukan sikap, kuadran mana yang akan kita pilih berikutnya.

Quadrant I

Adalah suatu kelompok yang dinamakan dengan “kerumunan”. Pada kelompok ini tidak mempunyai kesamaan visi-misi dan interaksi yang baik. Banyak yang menyebut kelompok ini sebagai “organisasi kelas pasar”, karena orang-orang yang ada pada kelompok ini punya tujuan berbeda-beda dan tidak saling memperlihatkan interaksi yang baik, layaknya aktifitas di pasar.

Quadrant II

Sering disebut seperti  kelompok “penjudi”. Pada kelompok ini, anggotanya memiliki visi-misi yang tidak sama, tapi punya interaksi yang kuat. Bayangkan bagaimana eratnya hubungan interaksi diantara mereka, semua saling mengingatkan dan mengawasi karena takut dicurangi, namun tujuan mereka tidak sama. Masing-masing anggota punya visi-misi sendiri yaitu meraup uang sebanyak-banyaknya dari pemain lain atau si bandar.

Quadrant III

Menurut pemahaman saya, kumpulan orang yang termasuk dalam quadrant ini biasanya mempunyai visi-misi yang sama namun hubungan atau interaksi diantara para individunya tidak terjalin dengan baik. Model ini sering dikatakan sebagai organisasi “angkutan umum”. Lho.. kok bisa? Analoginya begini, bila kita berada di dalam angkutan umum yang terjadi adalah kita semua tahu kemana tujuan (goal) yang akan dicapai tapi komunikasi dan interaksi yang antar penumpang (anggota kelompok) hampir tidak terjadi. Penumpang yang ada di dalam angkutan umum itu tidak tahu dan cenderung cuek, apakah orang yang ada di sebelahnya punya masalah atau tidak, perlu bantuan atau tidak dan seterusnya.

Quadrant IV

Anggota dalam kelompok ini mempunyai pemahaman visi-misi yang sama dan juga memiliki interaksi individu yang harmonis.  Setiap orang bekerja menurut porsi dan tanggung jawabnya masing untuk mencapai hasil maksimal. Bayangkan bagaimana proses produksi makanan dalam kemasan, mulai dari pemilihan material, komposisi bumbu, QC, pengepakan, distribusi dan seterusnya. Semua bagian pekerjaan memiliki standard dan alur kerja yang pasti.

Kalau ada yang bertanya dari keempat quadrant di atas, mana yang paling baik diaplikasikan ke Trupala? Jawabannya : tergantung kebutuhan dan keinginan anggotaTrupala itu sendiri. Sepintas memang hanya Q4 yang merupakan kelompok ideal, namun siapa yang dapat menjamin dan apa indikatornya kalau Trupala memang membutuhkan pemahaman visi-misi yang sama bagi anggotanya? Atau sampai sejauh mana kebutuhan Trupala akan interaksi atau komunikasi yang harmonis untuk sekian ratus anggotanya? Hanya waktu yang dapat menjawab.

Membenahi organisasi melalui pendekatan manajemen SDM dapat saya ibaratkan sebagai sebuah pertandingan sepak bola. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil, diantaranya :

  1. Dalam dunia sepak bola ada lima komponen penting yang harus ada, yaitu : pemain, pelatih, wasit, penonton dan strategi. Jika pemain dan pelatih adalah individu yang mengisi struktur atasan bawahan dalam suatu organisasi, maka wasit adalah pemilik saham. Bila strategi adalah SOP-nya maka penonton adalah pasarnya.
  2. Adanya kerja sama team yang solid. Tidak berlaku istilah “one man show” dalam sepak bola.
  3. Hindari sifat egoisme individualistis. Intinya, kita perlu orang lain dan orang lain juga perlu kita.
  4. Sikap pantang menyerah dari setiap anggota kelompok. Ingat kejadian tahun 1999, ketika MU melawan Bayern Munchen karena kegigihannya akhirnya MU dapat membalikan keadaan dan menyarangkan dua gol ke gawang Munchen hanya dalam waktu tiga menit di waktu injury time..
  5. Lakukan setiap persaingan dan kompetisi dalam tubuh organisasi secara sehat dan fair play.

Sebagai penutup dari tulisan ini akan saya coba kemukan beberapa konsep pemikiran saya yang mudah-mudahan dapat menginspirasi kita semua.

  1. Tentukan ulang visi-misi Trupala dengan lebih spesifik sesuai dengan kondisi  dan kemampuan anggotanya melalui kesepakatan yang dituangkan dalam suatu bentuk musyawarah seluruh anggota. Apakah kita mau berubah jadi organisasi yang hanya fokus terhadap satu bidang kegiatan dan seterusnya.
  2. Segera lakukan kegiatan penggalangan dana untuk biaya operasional. Di grup Trupala ada sekitar 700 sekian member. Bila ada sekitar 350 orang menyisihkan uang belanja rokok atau uang parkirnya sebesar  Rp. 20.000 per bulan berarti setiap bulan Trupala punya anggaran sekitar 7 juta dan dalam waktu beberapa bulan saya yakin Trupala sudah dapat mengontrak tempat untuk sekretariat  dan membeli laptop plus printernya serta modem untuk koneksi internet. Can you imagine… we now can start ‘communicate’ with the whole world…!
  3. Jalin kerja sama dengan organisasi kegiatan alam bebas lainnya, media atau lembaga militer maupun polisi.
  4. Setelah itu, kita seleksi beberapa anggota yang potensial untuk dilatih oleh rekanan Trupala di militer. Beli alat yang diperlukan lalu kirim atau ikutsertakan mereka dalam sebuah ekspedisi gabungan yang skalanya nasional maupun internasional.
  5. Akhirnya… Trupala rules the world…!!

Tetap semangat dan hati-hati dengan keputusan kita…!!

Karena ada benarnya apa yang pernah disampaikan oleh Kevin Kelly, seorang techno-philosopher, editor dan juga seorang motivational speaker, bahwa :

It’s generally much easier to kill an organization than to change it substantially.”

Ibnu Rizal

Tr.031/89

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

7 thoughts on “Trupala (belum) bubar, kawan…! [mengurai permasalahan melalui pendekatan manajemen korporasi dan SDM]

  1. horeeeeeee.. {TRUPALA BELUM & TIDAK BUBAR} sip’lah! … n kpn&kpd siapa 20rb[/brp?] bisa mulai saya sisihkan utk TRUPALA!!! n ini yg saya tunggu ..ayo seleksi&kirim EKSPEDISI TRUPALA!!! segera!

    apa yg saya berikan utk trupala tidak seberapa yang trupala berikan kpd saya

    {tr…/…}

    Posted by Anonymous | August 15, 2012, 8:05 am
    • saya suka analogi sepak bolanya, jadi kapan kita bikin “tim sepak bolanya” trupala? yang ada sekarang kapten tim sigit tapi dengan pemain cabutan..wasitnya banyak, gawangnya nggk jelas sebelah mana, apalagi penontonnya..

      Posted by ferry | August 24, 2012, 3:43 am
  2. yuk kembali mjd organisasi pencinta alam & buat program kerja ,
    kl mengumpulkan 700an anggota prl ‘waktu’ , mungkin lbh mudah mengumpulkan 7 trupala potensial utk ikut ekspedisi gabungan , aplg bila ekspedisi itru berhasil..mgk selain lbh mudah mengumpulkan 700 trupala jg akan ada 70 anggota trupala baru…

    skrg dg segala yg ada saja dulu’lah mulai buat program kerja
    {dg 700 orang [ /lebih] mgk lbh mudah menggalang dana, tp dg 7 orang [ /yg ada] mgk lbh mudah mencapai kata sepakat/tujuan}

    yuk..niat baik jgn ditunda..katanya rencananya ada ‘september ceria’ stlh itu mungkin saja kl nda cepat2 buat program kerja mgk lbh lama [bertahun2] lg TRUPALA vakum ..mari kembali mjd organisasi pencinta alam dan kembali berprestasi ..

    Posted by Anonymous | August 29, 2012, 5:02 am
  3. kalo mengumpulkan 700an TRUPALA utk kumpul di bulungan perlu waktu mgk lbh mudah mengumpulkan 7 TRUPALA utk dilatih utk ikut ekspedisi gabungan apalagi bila ekspedisi berhasil mgk selain lbh mudah mengumpulkan 700an TRUPALA juga akan ada 70an TRUPALA baru

    katanya september akan ada cara lagi..,stlh itu TRUPALA bisa kembali berprestasi! atau kembali vakum?!
    niat baik jangan ditunda2! ayo kembali mjd organisasi pencinta alam , buat program kerja dan kembali berprestasi

    Posted by Anonymous | August 29, 2012, 5:09 am
  4. terima kasih atas spirit dan support-nya… memang inilah kenyataannya. saya setuju dengan pernyataan daripada kita berharap 700 orang untuk kumpul lebih baik ada 7 orang dengan ide brilian untuk membentuk 70 anggota potensial yang dapat menjalankan organisasi bersama sama. sampai desember nanti, pengurus punya program rekrutmen anggota dan kegiatan2 yang dapat memperbaiki citra dan membangun kembali organisasi yang sudah lebih dari 15 tahun hanya bermimpi dan larut dalam nostalgia masa lalu… kami sangat berharap support dan spirit seperti ini. thanx

    Posted by Anonymous | September 6, 2012, 3:07 am
  5. 15 tahun?!..
    mau ga mau.. tdk hny buat program kerja tp jg ekspedisi! [ekspedisi kecil tdk masalah yg pasti hrs ada ekspedisi!]

    Posted by trupala | September 6, 2012, 6:11 am
  6. sayang sy tdk pny pengalaman ekspedisi , kl ada.. smntr yg lain buat program kerja dll , mgk saya bisa bantu mewujudkan ..bgmn yg lain ? yg saat ini tdk/blm terlibat kegiatan TRUPALA yg ada saat ini..
    kita 700’an lebih ! smntr 10-20 TRUPALA konsen dg rencana yg ada [yg sdg dikerjakan] saat ini , bgmn kl saya dan 679’an TRUPALA merencanakan EKSPEDISI TRUPALA!

    jadikanlah TRUPALA jaya! jangan ‘mencari kejayaan’ di TRUPALA

    Posted by comics | September 7, 2012, 11:59 am

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: