Ekspedisi

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 7 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 7 (tujuh) cerita ini:

Catatan: pada cerita bagian ini ada Rudolf ‘Doloph’, tr 049/86 , yang telah wafat pada 20 Juni 2011 karena sakit.

9 Juli 1988, Menuju Luweng Ombo….

Dari Base Camp induk, pukul 20.00 kami berangkat ke Luweng Ombo,  dan langsung mendirikan tenda, yang selanjutnya di sebut Base Camp atas. Selain kami berempat yang akan masuk kembali ke Luweng Ombo — saya, Bowo, tr 040/86, Rudolf, tr 049/86, dan Willy, tr  045/86 — ikut pula Wahyudi, tr 028/86, dan Ismul, tr 030/87, menemani tidur di tenda.

Malam terus berjalan. Bintang-bintang dengan genit memainkan sinarnya, sedangkan bulan dengan malu-malu mencoba ikut menerangi. Pukul 23.00 kami mulai tidur, tanpa menyadari puluhan meter di bawah kami terdapat lubang yang menganga dengan lebarnya….

10 Juli 1988, Masuk Luweng Ombo kedua kali….

Tanpa kokokan ayam jago, pukul 05.45 kami bangun, langsung mengeluarkan peralatan dan sedikit melakukan senam. Selesai memasang anchor (pengaman utama) pada 4 buah bolt (bor tebing) yang dipasang tim Norman Edwin, sekitar 7 tahun yang lalu, kami lalu malepas gulungan tali.

Tali sepaniang 132 meter yang kami beli di Toko Outdoor Equipment Exclusive Jakarta, terpaksa di potong 10 meter. Tidak tahu kenapa, tali ini sempat nyangkut pada tali transport logistik (saat memasuki Luweng Ombo pertama kali), lalu lepas lagi, dan jatuh ke bawah dengan benturan yang keras yang membuat tali ini terkuak ¼ nya. Dari cerita yang saya dengar, ternyata tali transport sangat dekat dengan fixed rope (tali utama), bahkan tepat di tali utama. Suatu tindakan yang sangat bahaya! Untung saja kejadian tali yang nyangkut selagi tidak ada orang di tali utama, kalau ada….

Sementara Willy dan Ismul sibuk memasang pengaman utama, saya mencoba memasang beberapa pengaman utama lagi, berjarak sekitar 1 meter dari tali utama untuk jalur tali transport logistik. Mengamati keadaan sekitarnya, saya rasa sistem Z-rig sangat coook dipakai untuk tali transport ini. Tak lupa saya memasang non-friksi — yaitu alat yang kami buat sendiri — yang berfungsi untuk mengurangi gesekan tali pada tebing di bibir gua. Selesai memasang dan merangkai sistem tadi, saya memanggil Ismul untuk menjelaskan bagaimana nanti menggunakannya dengan benar, berhubung sistem Z-rig ini  tidak dipakai saat memasuki Luweng Ombo pertama kali, entah kenapa….

Sekitar pukul 07.00 semua sudah terpasang dengan rapih. Kami, satu tim langsung bersiap-siap memasang peralatan untuk turun. Diputuskan, Rudolf yang akan turun duluan. Beberapa penduduk menonton di seberang bibir gua ini. Setelah siap dan dicek semuanya, Rudolf mulai turun….

Sekitar 10 menit kemudian terdengar gema teriakkan “Hidup Trupala!!!” yang menandakan Rudolf sudah sampai di dasar gua. Giliran selanjutnya adalah Willy. Selesai memasang cow’s tail (pengaman tubuh cadangan untuk di hubungkan ke anchor) lalu memasang tali utama di bobbin (alat bantu turun), Willy mulai meluncurkan tubuhnya menuruni tebing bibir gua, untuk siap-siap turun. Tetapi, sialnya, begitu hendak meluncur turun, dia lupa membuka cow’s tail, sehingga tetap tersangkut.

”Coba pasang jumar, Wil!” kata saya, agar cow’s tail bisa dibuka. Setelah memasang jumar (alat bantu naik), akhirnya bisa terbuka, tapi sialnya lagi, karena beban berat tali utama sendiri, bobbin yang sudah terpasang, ketarik ke bawah dan nyangkut di snapring friksi (cincin kait besi yang berfungsi memperlambat lewatnya tali). Sampai di sini Willy mulai gugup, belum lagi ditambah rasa keram di pergelangan tangannya. Akhirnya Willy mengambil keputusan yang sangat tepat: dia pasang tali utama pada crowl (alat bantu naik yang terletak di dada) dan jumar, melepas tali utama dari bobbin, lalu naik lagi ke atas.

“Sial! Tangan gua jadi kram waktu ngebuka cow’s tail!” kata Willy begitu sampai di atas.

Giliran selanjutnya yang turun adalah saya sendiri.

“Nah San! Sekarang giliran kamu! Ayo, jangan lupa berdo’a!” kata hati saya sendiri. Selesai memasang cow’s tail dan tali pada bobbin, saya menuruni bibir gua. Cepat-cepat saya cerna keadaan, jangan sampai kejadian Willy tadi juga terjadi di diri saya. Sebelum kunci di bobbin saya lepas, saya buka cow’s tail. Saat itu pukul 09.19. Setelah itu saya meluncur turun dengan di-belay dari bawah oleh Rudolf.

“Gila San! Lu turun ke Luweng Ombo!” kata saya lagi kepada diri sendiri. Dengan pantat yang tertahan harness (pengaman tubuh) dan bobbin yang mulai panas terkena gesekan tali, saya turun menikmati pemandangan di dalam gua sambil menghitung lorong-lorong besar yang terdapat di dasar Luweng Ombo. Benar-benar gua yang sangat besar! Delapan menit kemudian, sekitar 100 meter ke bawah, akhirnya saya sampai di dasar gua. Wow! pohonnya aneh-aneh betul! Dan batu-batu runtuhannya gede-gede banget! Gila!

Setelah itu, selanjutnya turun berturut-turut Willy dan Bowo. Sementara di atas, To’ing dari HIKESPI dan Eryono dari Toko Outdoor Equipment Exclusive Jakarta datang dari Base Camp induk. Mereka berdua lalu juga ikut turun. Selesai semuanya turun, kini giliran Base Camp atas mengirim ransel-ransel melalui tali transport logistik, yang berisi malanan, pakaian, alat-alat tidur, alat komunikasi, dan peralatan pemetaan.

Adapun peralatan pemetaan kami pakai adalah rollmeter 50 meter, 2 buah compass basah berskala 2, dan sebuah clinometer. Kami membuat Base Camp bawah yang letaknya sekitar 10 meter dari tali utama. Base Camp bawah hanya berupa sebuah ponco untuk menggelar peralatan dan 4 buah matras untuk tempat tidur.

Dan pemetaan Luweng Ombo pun dimulai….

(bersambung ke bagian 8)

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: