Opini

Kembalinya Si Anak Hilang

“Kami ditempa untuk berani hidup, bukan untuk berani mati.”(Mahmud Jaya Kusumonegoro)

Sepenggal kalimat diatas merupakan hasil pemikiran dan mahakarya dari seorang Mahmud Jaya Kusumonegoro yang pada masa hidupnya banyak memberikan inspirasi dan nilai filosofis tentang pentingnya menjaga dan melestarikan alam dengan segala isinya kepada beberapa anggota Trupala dan siswa-siswi SMA 6 Jakarta. Karena menurut beliau, alam dari dulu hingga saat ini banyak memberikan kita pendidikan dan pembelajaran yang tidak mungkin didapat di bangku sekolah.

Mahmud Jaya Kusumonegoro adalah salah seorang pencinta seni dan tokoh spiritual yang sempat mengajar di SMA 6 Jakarta pada tahun 1970an hingga akhir tahun 1989an. Pada sekitar bulan Maret 1975, dalam upaya beliau untuk melestarikan dan menanamkan nilai seni dan kecintaannya terhadap alam. Beliau mengajak sekitar 15 orang siswa SMA 6 Jakarta untuk mendaki gunung hingga ke puncak Gunung Gede di Jawa Barat. Di sana,  beliau melakukan komitmen bersama dan mendirikan organisasi pencinta alam yang dikenal sebagai TRUPALA (Taruna Pencinta Alam) sebagai ekstra kurikuler resmi SMA 6 yang setingkat dengan OSIS (bersama seorang guru lainnya, Bapak Hambali).Selain itu beliau juga menanamkan nilai filosofis tentang kehidupan dan bagaimana cara kita menghargainya melalui penggalan kalimat di atas yang kemudian dijadikan Motto Trupala. Sehingga motto : “Kami ditempa untuk berani hidup bukan untuk berani mati” mempunyai nilai filosofis yang sangat mendalam dan nilai tersebut masih sangat relevan hingga saat ini. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menata dirinya sehingga kembali menjadi “hidup” dan bermanfaat bagi orang lain. Namun, beliau dengan sabar dan penuh perhatian terus mengajarkan dan memberikan teladan kepada siswa SMA 6 Jakarta hingga beliau pensiun sebagai guru pada awal tahun 1990.

Tahun ini SMA 6 Jakarta telah mencapai usia 60 tahun dan Trupala sudah memasuki usia yang yang sudah cukup matang pula yaitu 37 tahun. Banyak cerita sedih dan membanggakan yang dicatat dalam sejarah Trupala dan SMA 6. Sejak tahun 1980an dan dalam kurun waktu 15 tahun berikutnya, hampir semua sekolah setingkat SMA di Jakarta mengenal Trupala dengan segala prestasi baik di dalam maupun di luar sekolah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sepak terjang Trupala di SMA 6 tidaklah selalu mulus dan membanggakan. Banyak nilai-nilai kebersamaan dan filosofi untuk saling menghargai yang diajarkan oleh Pak Mahmud dan guru-guru Pembina lainnya ternyata tidak selamanya diaplikasikan dengan benar oleh anggota Trupala yang notabene masih berstatus siswa SMA 6 Jakarta dalam kegiatan belajarnya di sekolah.

Walaupun Trupala saat ini sudah tidak lagi bernaung di SMA 6, namun sejarah telah mencatat bahwa Trupala pernah menjadi kebanggaan siswa dan guru-guru pada masanya di tahun 1980 hingga tahun 1990an. Berdasarkan semangat “kami ditempa untuk berani hidup bukan untuk berani mati”, Trupala mencoba untuk kembali bangkit dan berjuang melalui segala kemampuan dan kekayaan intelektual yang dimiliki oleh ribuan anggotanya untuk kebaikan bersama khususnya bagi guru, orang tua dan siswa-siswi SMA 6 yang pernah melahirkan dan membesarkan Trupala.

Kami sadar bahwa untuk menjalankan suatu perubahan memang tidak mudah tapi tanggung jawab moral inilah yang senantiasa memberikan makna dan semangat bagi kami untuk tetap hidup dan bermanfaat bagi orang lain. Sehingga Trupala dengan segala pengalaman dan SDM yang dimilikinya berkeinginan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi generasi muda setingkat SMA di masa yang akan datang melalui kegiatan luar sekolah dan aktifitas soft-skill sebagai penunjang kemampuan individu untuk bekal memasuki dunia kampus dan kerja.

Semoga.

Ibnu Rizal (tr.031/89)

Kabid I  DPH Trupala

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

6 thoughts on “Kembalinya Si Anak Hilang

  1. betul.. & saya setuju , saya mendukung utk terus meningkat prestasinya

    Posted by gorda | September 21, 2012, 2:21 am
  2. jadikanlah TRUPALA jaya , jangan ‘mencari’ kejayaan di TRUPALA..
    ayo semangat!..ayo bangun!..ayo bangkit!….kembali{&selalu..} berprestasi lagi

    Posted by gorda | September 21, 2012, 4:11 am
  3. Inilah saatnya TRUPALA BANGKIT…!!!

    Trupala 43-88

    Posted by Anonymous | September 21, 2012, 7:42 am
  4. ralat sedikit ; pada waktu saya meneruskan/pindah ke SMA 5 semarang ternyata pecinta alam mereka {SMAPALA} juga tahu/dengar ttg TRUPALA , bgt juga saat saya pindah lagi ke SMA 2 magelang , ada siswa SMA 1 magelang kontek saya dan tanya ini itu mgn pendidikan TRUPALA..jadi TRUPALA tdk dikenal di SMA-SMA jakarta saja tp juga bbrp SMA jateng termasuk siswa-i SMA 1 magelang SMA yg pada waktu itu masuk 10 besar SMA terbaik se INDONESIA

    Posted by gorda | September 21, 2012, 8:36 am

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: