Opini

Saya, Trupala, dan Indonesia

dian-3Hari itu, saya sedang membereskan lemari pakaian ketika melihat sebuah jaket orange bernomor dada Tr.026/01 tergantung manis di sana. Jaket itu tiba-tiba langsung menarik saya pada kenangan-kenangan luar biasa sewaktu SMU dulu. Ya, kenangan saya dengan sebuah organisasi pecinta alam bernama Trupala. Organisasi yang konon terdengar ‘menyeramkan’ jika disebutkan di dalam lingkungan SMU saya pada waktu itu.

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Trupala dari kacamata saya. Harus saya akui, kalau Trupala menjadi bagian yang nggak terpisahkan dari hidup saya.Banyak hal-hal besar yang saya pelajari dari organisasi itu.Hal-hal besar yang (bodohnya) baru saya sadari ketika usia saya saat ini.

dianSaya masuk jadi anggota Trupala pada tahun 2001. Tepat ketika saya masih jadi junior paling piyik di sekolah.Alias anak kelas satu. Waktu itu saya nggak tahu kalau Trupala bukan salah satu ekskul di sekolah, tapi memang sebuah organisasi mandiri yang anggotanya adalah anak-anak SMU saya. Yang membuat saya penasaran dengan organisasi ini pertama kali adalah JAKET ORANGE yang entah kenapa bikin orang jadi kelihatan keren kalau mengenakannya (ehem!).

Saya ingat betul bagaimana para anggotanya begitu membela jaket tersebut mati-matian dari razia guru atau apapun bentuk pelecehan dari pihak tertentu.Dan pertanyaan pun muncul di benak saya waktu itu. Di benak seorang anak baru yang tidak populer dan sangat ringkih ini. Apa sih keistimewaan jaket itu?

Dan ketika saya resmi masuk ke dalam anggota organisasi pecinta alam tersebut, saya tahu jawabannya. Jaket itu magis. Ya, MAGIS…

Butuh usaha luarbiasa ketika harus meminta ijin kepada orang tua saya waktu itu untuk mengikuti pendidikan dasar Trupala, syarat yang harus dipenuhi untuk masuk menjadi anggota. Terdengar menyeramkan memang. Belum lagi gosip-gosip ‘kurang cerdas’ yang beredar mengenai pendidikan dasar itu. Gosip yang bikin hati semua orang tua di dunia ini ketar-ketir membiarkan anaknya ikut pendidikan dasar Trupala.

dian-2Tapi saya masih ingat kata-kata mama waktu itu ketika mengijinkan saya pergi. Mama bilang, “Mama percaya kamu bisa jaga diri, dan mama percaya mereka (Trupala). Mama yakin kamu bisa belajar banyak dari didas (pendidikan dasar) ini.”

Dan akhirnya berangkatlah saya ke Gunung Salak bersama 47 calon anggota Trupala lainnya dengan membawa perlengkapan naik gunung LENGKAP! Laki-laki dan perempuan nggak ada bedanya.Cakep banget kan tuh hidup? Dari mulai carrier,misting,p3k,ponco, matras, kompor parafin,bahan makanan,dan lain sebagainya. Kebayang kan, bagaimana wujud saya yang memiliki badan mini ini harus menggendong carrier 70 lt berisi segala perlengkapan itu ke gunung salak?tapi saya nekad. Ya, cuma itu modal saya. Nekad dan tekad *wooosaaah ciiiiaaattttt!

Setelah melewati tiga hari dua malam yang…. Hmmm…. Yaah…. Gitu deh ahahaha… Pokoknya luar biasa deh kalau diceritain.Nggak bakalan cukup kalau harus ditulis di blog.Mendingan kalian ketemu saya terus minta saya ceritain.Nanti bakalan saya ceritain selama tiga hari tiga malam, gimana waktu pendidikan dasar hahaha….

Akhirnya, sampai juga saya mengenakan jaket orange kebanggaan Trupala itu. Dan benar, jaket itu magis. Segala bentuk pengalaman selama pendidikan dasar dan hasil yang diperoleh setelahnya, jelas terasa di dalam hati dan otak saya ketika mengenakan jaket itu. Jaket itu bercerita… melalui memori….

Dari Trupala saya mempelajari dan menyadari banyak hal. Bukan saya sok ceramah atau apapun, tapi Trupala memang membuat saya introspeksi diri. Menyadari kalau manusia itu sangat kecil.Nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Tuhan yang menciptakan alam raya ini. Jadi jangan sombong jadi manusia. Trupala mengajak saya melihat itu semua. Bercermin pada gunung, tebing, hutan, lautan, goa, sungai, dan danau yang diciptakan Tuhan luar biasa indahnya. Trupala mengajak saya melihat Indonesia, dari kacamata yang berbeda..

dian-1Trupala menjunjung tinggi arti persaudaraan yang sebenar-benarnya. Hubungan senior-junior sangat dekat karena merasa satu keluarga. Bahkan untuk jarak yang lumayan jauh (bisa saya panggil kakek:). Berkelompok-kelompok kecil itu biasa, karena nggak mungkin menyamaratakan pemikiran ratusan anggota.Tapi yang kami tahu, kami tetap satu keluarga. Kami mengalami perjuangan besar untuk berada dalam keluarga besar Taruna Pecinta Alam.

Pada akhirnya saya sadar kalau jaket orange itu adalah sebuah simbol tanggung jawab besar. Nomor yang terpatri di dada anggota adalah sebuah amanat. Bahwa kelebihan dan ketrampilan yang dimiliki karena belajar dari organisasi bukan untuk pamer atau gaya-gayaan. Tapi justru merupakan tanggung jawab untuk selalu menjaga dan memelihara alam semesta. Serta untuk membantu sesama. Ya, Trupala membuka mata saya bahwa orang biasa seperti saya bisa berguna juga.Ternyata hidup saya bisa juga bernilai untuk orang lain. Saya menyadarinya ketika ikut andil dalam posko banjir Trupala sewaktu SMU dulu. Dimana Trupala membantu para korban yang terjebak di rumah mereka karena banjir besar melanda Ibukota.Saya menyadarinya ketika seorang renta dari salah satu korban banjir menjabat tangan saya dan mengucapkan kata terima kasih dengan mata berbinar. Saya terharu…. (*lap umbel)

Setelah peristiwa itu, sudah lama saya nggak mengikuti perkembangan Trupala karena kesibukan pekerjaan dan kuliah saya setelah lulus SMU.Hanya update berita melalui fb dan datang ketika acara-acara besar saja.Jaket pun entah kemana. Tapi berita tragedi pesawat Sukhoi Superjet di televisi beberapa waktu yang lalu kembali menegakkan sandaran saya.

Segenap rasa hormat dan kebanggaan luar biasa saya tujukan kepada senior Trupala, ketika mengetahui bahwa Trupala merupakan salah satu dari tim gabungan yang pertama kali menemukan bangkai dan korban pesawat tersebut. Ditengah kesedihan keluarga korban, bahkan mungkin seluruh masyarakat Indonesia, yang menunggu kepastian kondisi korban. Dari mulai orang-orang yang berada di tengah kemacetan, di cafe, di rumah, di kantor, atau di sebuah warung kopi pinggiran, semua berharap adanya keajaiban. Trupala Ikut andil menjawab kekalutan mereka. Trupala masih ada! Trupala masih bernafas… Untuk alam… Untuk sesama manusia… Untuk Indonesia….

Lepas dari dengan atau tidak bersama Trupala, saya masih aktif menjelajah alam. Terkadang naik gunung bareng teman-teman kampus, memanjat dengan beberapa kenalan, atau sekedar snorkling dengan teman-teman satu hobi. Terima kasih Trupala karena telah memperkenalkan saya dengan itu semua.

Terima kasih karena telah memperkenalkan indahnya alam Indonesia, dari menyentuh embun pagi gunung salak, menghirupnya, dan membiarkan semuanya tersimpan di dalam hati. Terima kasih karena mengajari saya tentang kehangatan persaudaraan dari sebuah genggaman tangan ketika kaki ini kesulitan menanjak bebatuan untuk mencapai puncak. Dan terima kasih telah mengajari saya bagaimana menghargai, dan berharga untuk orang lain hanya dengan sebuah kalimat semangat ketika salah satu diantara kami nyaris menyerah di pendidikan dasar. Terima kasih karena telah membuat saya percaya, bahwa tubuh mini saya ini ternyata sanggup menjejakkan kaki di puncak-puncak pegunungan. Melihat dengan mata kepala saya sendiri kekuasaan maha dahsyat Sang Pencipta.

Untuk mengakhiri postingan saya kali ini, saya ingin mengutip sebuah paragraf yang saya tulis di novel baru saya (*jiaaah) yang Insya Allah akan terbit tahun depan:

“Seorang bijak pernah berkata, dakilah gunung-gunung tinggi, melangkahlah di hutan-hutan, telusurilah goa-goa, jamahlah tanah di lembah, panjatlah batang-batang pepohonan, dan rasakan air di lautan karena mereka adalah guru-guru terbaik yang diciptakan Tuhan untuk mengajarimu…”

Salam,
Dyan Nuranindya
Tr.026/01

sumber http://dyannuranindya.com

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Tuliskan komentar Anda disini , berikan identitas Anda (nama) dan No anggota Tr (bila Anggota)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: