Ekspedisi

This category contains 9 posts

Peringati 40 Tahun, Trupala Lakukan Pendakian Elbrus

elbrus-dubes

Aulia dan Bambang melapor kepada Dubes RI di Rusia Djauhari sebelum pendakian

Dalam rangkaian memperingati hari jadinya yang ke-40 tahun, Taruna Pencinta Alam (TRUPALA) melakukan pendakian ke Mount Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di benua Eropa dan sebagai salah satu Seven Summit atau tujuh puncak dunia, sebagai puncak – puncak gunung tertinggi dari setiap benua.

Tim TRUPALA yang diwakili oleh Aulia Ibnu Sina (Tr. 003/90) dan Bambang Arya Sapta Samudera  (Tr. 038/88) ini bergabung dalam tim Ekspedisi Indonesia yang terdiri dari 5 anggota lainnya yaitu Frans Jimmy Tumakaka, Agam Napitupulu, Raden Triaswanto, Budi Rahayu, dan Raja Sapta Oktohari.

Perjalanan  bertujuan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Tertinggi di Eropa dalam rangkaian untuk mendaki 7 summit yaitu Everest, Aconcagua, Denali, Kilimanjaro, Elbrus,Vinson, Carstensz. Sebelumnya tim telah melakukan persiapan fisik dan mental kurang lebih enam bulan sebelum melakukan perjalanan. Continue reading

Advertisements

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 8 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 8 (delapan) cerita ini: Catatan: pada cerita bagian ini ada Rudolf ‘Doloph’, tr 049/86 , yang telah wafat pada 20 Juni 2011 karena sakit. 10 Juli 1988, Pemetaam Gua Luweng Ombo…. Kira-kira istirahat sebentar, kami mempersiapkan peralatan pemetaan. Pukul 12.30 pemetaan gua Luweng Ombo di mulai, dengan titik awal tempat fixed rope (tali utama) lalu menuju lorong Barat Daya. Dari sana kami akan mengitari dasar gua Luweng Ombo ke arah Selatan, atau berlawanan arah jarum jam. Saya bertugas sebagai pendata, serta Bowo, tr 040/86, menjadi asisten saya. Rudolf, tr 049/86, menjadi leader dan Willy, tr  045/86, sebagai asisten leader. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 7 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 7 (tujuh) cerita ini:

Catatan: pada cerita bagian ini ada Rudolf ‘Doloph’, tr 049/86 , yang telah wafat pada 20 Juni 2011 karena sakit.

9 Juli 1988, Menuju Luweng Ombo….

Dari Base Camp induk, pukul 20.00 kami berangkat ke Luweng Ombo,  dan langsung mendirikan tenda, yang selanjutnya di sebut Base Camp atas. Selain kami berempat yang akan masuk kembali ke Luweng Ombo — saya, Bowo, tr 040/86, Rudolf, tr 049/86, dan Willy, tr  045/86 — ikut pula Wahyudi, tr 028/86, dan Ismul, tr 030/87, menemani tidur di tenda. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 6 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 6 (enam) cerita ini:

Catatan: pada cerita bagian ini ada Rudolf ‘Doloph’, tr 049/86 , yang telah wafat pada 20 Juni 2011 karena sakit.

8 Juli 1988, Menemukan Duren….

Setelah puas, kami memasuki sebuah celah, dimana terdapat sebuah ornamen yang sangat jarang ditemukan, yaitu Lion’s tail. bentuknya yang seperti ekor singa tersebut membuat kami betah berlama-lama di celah yang relatif sempit. Kalau melihat bentuknya sekilas, ornamen tersebut mengingatkan saya akan buah Duren yang sedang menggantung di pohonnya. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 5 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 5 (lima) cerita ini:

Catatan: pada cerita bagian ini ada Rudolf ‘Doloph’, tr 049/86 , yang telah wafat pada 20 Juni 2011 karena sakit.

7 Juli 1988, Sampai di Lokasi….

Satu jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Donorejo. Sesuai dengan informasi dari Ian, tr 062/85, saat di Jakarta, kami akan turun di tempat apa yang biasa di sebut Pojok, yaitu sebuah pertigaan, satu menuju Pacitan, dan yang lainnya menuju Desa Kalak. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 4 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 4 (empat) cerita ini:

30 Juni 1988, Pelepasan….

Rasanya berat sekali melepas teman-teman satu tim yang berangkat duluan. Kami semua — yang sudah sering latihan sama-sama — serasa kompak dan susah dipisah. Dalam hati saya sudah pengen cabut saja, tapi hati kecil saya yang lain menahannya, karena bagaimanapun urusan mencari sekolah Universitas harus didahulukan. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 3 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 3 (tiga) cerita ini:

Rencana dan Persiapan

Jauh hari sebelumnya, bulan Januari 1988, keinginan saya untuk memasuki Luweng Ombo sudah tidak dapat di bendung. Saat itu sudah 1,5 tahun saya berkecimpung di dunia penelusuran gua, dan keinginan untuk memasuki Luweng Ombo selalu saja ada, walaupun agak terhambat, karena sedikitnya anggota divisi, dan masih kurangnya ilmu yang didapat, serta peralatan yang dimiliki. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bagian 2 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr 002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 2 (dua) cerita ini:

Catatan: karena ekspedisi ini tidak memiliki dokumentasi foto, atau bisa dibilang gagal dari sisi dokumentasi — tahun 1988 saat itu belum ada kamera digital — maka foto pada bagian 2 ini mengambil dari http://himpalaunas.com/ yang memasuki Luweng Ombo pada 30 Desember 2009 (21+ tahun sesudahnya), agar pembaca bisa membayangkan jalan cerita dengan situasi sebenarnya. Continue reading

EKSPEDISI KECIL LUWENG OMBO TRUPALA 1988 (Bag.1 dari 11)

Prolog: cerita ini adalah sebuah catatan harian Ihsan Kusasi (http://ihsankusasi.wordpress.com), tr.002/85, yang bersama Tim Trupala melakukan ekspedisi penelusuran gua pada tahun 1988. Disajikan dalam cerita bersambung sebanyak 11 bagian. Selamat membaca bagian 1 (satu) cerita ini:

take nothing but pictures
leave nothing but footprints
kill nothing but time

Akhirnya saat panen padi pun tiba. Mereka, seluruh penduduk pedesaan, mengumpulkan padi hasil panen tersebut di lereng sebuah bukit. Setiap malam padi dijaga, untuk menghindarkan tangan-tangan yang jahil atau tikus-tikus yang centil. Maling yang ditunggu-tunggu memang tidak datang, tetapi kehadiran seorang kakek pada suatu malam cukup mengejutkan para peronda padi. Bukannya kakek tadi mau maling, yang lebih mengejutkan, kakek tadi malah mengeluarkan sebuah potsulat, Continue reading

Email Anda

Join 40 other followers

Follow me on Twitter

Advertisements