Opini

This category contains 7 posts

Saya, Trupala, dan Indonesia

dian-3Hari itu, saya sedang membereskan lemari pakaian ketika melihat sebuah jaket orange bernomor dada Tr.026/01 tergantung manis di sana. Jaket itu tiba-tiba langsung menarik saya pada kenangan-kenangan luar biasa sewaktu SMU dulu. Ya, kenangan saya dengan sebuah organisasi pecinta alam bernama Trupala. Organisasi yang konon terdengar ‘menyeramkan’ jika disebutkan di dalam lingkungan SMU saya pada waktu itu.

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Trupala dari kacamata saya. Harus saya akui, kalau Trupala menjadi bagian yang nggak terpisahkan dari hidup saya.Banyak hal-hal besar yang saya pelajari dari organisasi itu.Hal-hal besar yang (bodohnya) baru saya sadari ketika usia saya saat ini. Continue reading

Advertisements

Kembalinya Si Anak Hilang

“Kami ditempa untuk berani hidup, bukan untuk berani mati.”(Mahmud Jaya Kusumonegoro)

Sepenggal kalimat diatas merupakan hasil pemikiran dan mahakarya dari seorang Mahmud Jaya Kusumonegoro yang pada masa hidupnya banyak memberikan inspirasi dan nilai filosofis tentang pentingnya menjaga dan melestarikan alam dengan segala isinya kepada beberapa anggota Trupala dan siswa-siswi SMA 6 Jakarta. Karena menurut beliau, alam dari dulu hingga saat ini banyak memberikan kita pendidikan dan pembelajaran yang tidak mungkin didapat di bangku sekolah.

Mahmud Jaya Kusumonegoro adalah salah seorang pencinta seni dan tokoh spiritual yang sempat mengajar di SMA 6 Jakarta pada tahun 1970an hingga akhir tahun 1989an. Pada sekitar bulan Maret 1975, dalam upaya beliau untuk melestarikan dan menanamkan nilai seni dan kecintaannya terhadap alam. Beliau mengajak sekitar 15 orang siswa SMA 6 Jakarta untuk mendaki gunung hingga ke puncak Gunung Gede di Jawa Barat. Di sana,  beliau melakukan komitmen bersama dan mendirikan organisasi pencinta alam yang dikenal sebagai TRUPALA (Taruna Pencinta Alam) sebagai ekstra kurikuler resmi SMA 6 yang setingkat dengan OSIS (bersama seorang guru lainnya, Bapak Hambali). Continue reading

Trupala (belum) bubar, kawan…! [mengurai permasalahan melalui pendekatan manajemen korporasi dan SDM]

Setelah tulisan saya yang mengurai tentang permasalahan di tubuh Trupala melalui teori pendekatan kelompok sosial di-posting di blog Trupala dan di-share di grup Facebook, ternyata tulisan itu mendapatkan tanggapan yang beragam dari beberapa rekan Trupala yang membacanya. Beberapa diantaranya ada yang memberikan kredit positif dan ada juga yang kurang dapat menerima dan tidak sependapat dengan apa yang saya tuangkan di sana. Apapun itu, semua saya terima dengan ucapan terima kasih dan rendah hati karena paling tidak saya jadi tahu ternyata ada juga yang mau baca tulisan saya.  Hehehe… #ngarep.

Sebagai kelanjutan dari uraian saya sebelumnya, kali ini saya mencoba meneruskan pembahasan tentang Trupala melalui pendekatan “corporate management and human capital” dan pada bagian akhir dari tulisan ini akan saya coba berikan beberapa alternatif yang dapat dijadikan solusi atau referensi bila Trupala dan seluruh anggotanya masih ada keinginan dan motivasi untuk menjadi organisasi yang lebih baik dari kondisi yang terjadi saat ini. Continue reading

TRUPALA bubar…? [Mengurai permasalahan Trupala melalui pendekatan teori kelompok sosial]

bagian pertama dari dua tulisan

“The organization is a way for people to find us and deal with us and know how we operate ( Mitchell Baker )”

Ibnu Rizal

Saya coba brief sedikit mengenai siapa Mitchell Baker yang menjadi inspirasi saya untuk segera membubarkan (baca: membahas) Trupala. Dia adalah seorang wanita yang menjabat sebagai Chairman –sebelumnya dia menjabat sebagai CEO Mozilla Foundation yang bertanggung jawab untuk mengatur dan menjalankan web browser Mozzilla Firefox dan program e-mail gratis yang diberi nama Mozilla Thunderbird. Untuk yang mau tahu profile lengkapnya silakan cari sendiri informasinya di internet.

Continue reading

Politik

Oleh Rae Hutapea. Jangan kabur dulu jika melihat judulnya! Saya tidak akan membahas politik-politik yang ada di pemerintahan. Mungkin agak menyerempet sedikit ke arah sana.

Kalau kalian peka dan sering mengikuti perkembangan blog saya, pasti kalian tahu saya bersekolah dimana. SMA Negeri 6 Jakarta. Yang terkenal dengan sekolah artis dan pejabat-pejabat tinggi itu. Kalau kalian mendengar SMA 6 yang langsung terpikir adalah Gorasix. Apakah itu?

Kalau di sekolah lain, nama seperti Gorasix adalah nama lain dari sekolah itu sendiri kecuali SMA Negeri 70 karena tiap tahun ada nama angkatan sendiri. Contohnya SMA Negerei 34 Jakarta-Gasper, SMA Muhammadiyah 5-Limau, SMA Negeri 46 Jakarta-Texas, dll. Kalau di SMA Negeri 6 Jakarta berbeda sendiri. Continue reading

One Bullet Can Change History…

Oleh Ibnu Rizal (Tr.031/89). Kalo dibahasa Indonesia-in: satu peluru bisa mengubah dunia. Hmm…. dahsyat banget kan? Terus kalo mau dilanjutin lagi… Mungkin gak sih? Memang pelurunya seperti apa? Pelurunya buatan mana? Memang ada orang yang pernah menarik trigger sehingga peluru yang keluar dari laras senjatanya bisa mengubah dunia? Dan masih banyak lagi kalo mau diterusin. Lo boleh percaya boleh engga tapi yang pasti kalimat itu udah diyakini sebagai sebuah kebenaran. Continue reading

Catatan Trupala Angkatan 2010

Di tahun terakhir angkatan 2009 dan 2010 di SMAN 6 Jakarta, kami ingin membangkitkan kembali nama Trupala. Tidak sekedar memberitahu masih adanya anggota Trupala di SMAN 6 Jakarta dan berpromosi mengajak jalan-jalan bareng dengan Trupala atau menjadi anggota Trupala, tapi kami ingin membuktikan diri kami melalui suatu kompetisi.

Memang kami jarang sekali melakukan kegiatan, tapi mencoba tidak salah bukan? Kami mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi wall climbing dalam Bulungan Cup (bulcup). Memang sebekumnya kami belum pernah memanjat wall yang dimiliki ini, tapi kami berusaha dan berlatih.

Sudah beberapa minggu yang lalu kami berlatih memanjat wall Trupala. Sebagai permulaan Odong dan Om Sofyan membantu kami berlatih. Setelah beberapa kali berlatih ada juga anak SMAN 6 Jakarta yang tertarik dan ikut memanjat. Padahal tadinya banyak yang sungkan ataupun tidak menggubris ajakan kami untuk memanjat wall ini. Continue reading